PERSIAPAN UNTUK PENGAKUAN DOSA


PERSIAPAN UNTUK PENGAKUAN DOSA

Diposting pada 10 Juni 2021 oleh Father Mark

Ketika umat beriman mengaku dosa di gereja, menarik untuk mengamati cara-cara yang sedikit berbeda yang digunakan para pengaku dosa  untuk mendekati Tuhan dalam cara mereka mengaku dosa. Sebagian berbicara secara sangat pribadi kepada Tuhan, sementara setelah pengakuan dosa dibuka, sebagian lainnya berbicara kepada Imam dengan sangat rinci. Yang lainnya secara retoris bertanya apakah mereka telah gagal dalam berbagai hal, dan mengakui kekurangan mereka. Terkadang saya harus meyakinkan orang-orang dengan mengatakan bahwa ada perbedaan yang sangat pribadi di sini, tetapi dalam mengaku dosa dengan tulus, 'gaya' pengakuan dosa mereka tidak terlalu penting.

Satu hal lain yang terus membuat saya tersadar adalah bahwa beberapa orang kurang memahami cara mempersiapkan diri untuk pengakuan dosa; beberapa kurang memahami apa yang dimaksud dengan dosa... apa yang perlu diakui, apa yang salah dengan kata-kata dan tindakan. Orang-orang seperti inilah yang jarang mengaku dosa, dan karenanya jarang mendapat manfaat dari nasihat seorang Imam dan kebijaksanaan Gereja. Bahkan, terkadang jelas bahwa mereka tidak mempersiapkan diri, tetapi ini mungkin bukan kesalahan mereka. Apakah ada yang mengajari atau menunjukkan kepada mereka?

Satu disambiguasi yang harus kita buat adalah kecenderungan Gereja Orthodoks Rusia untuk melihat pengakuan dosa hanya sebagai persyaratan untuk Komuni Kudus. Sementara Gereja Ortodoks Rusia di Luar Rusia menerapkan pengakuan dosa sebagai bagian dari persiapan untuk Komuni Kudus secara ketat, kita TIDAK boleh mereduksi pengakuan dosa menjadi pemahaman utilitarian/ konsep kemanfaatan  ini.

Pertobatan adalah ilmu ilahi, yang dengannya jiwa dimurnikan, dibebaskan dari belenggu dosa, dan terbang ke surga. Bahkan jika engkau tidak terlalu sering menerima komuni, engkau harus mengaku dosa sesering mungkin, sehingga jiwamu dapat memperoleh manfaat dari obat pertobatan, dan sehingga hidupmu dapat dibebaskan dari perbudakan dosa melalui pertobatanmu di dalam Kristus, yang adalah Dia yang mendengar pengakuan dosamu dan memberimu pengampunan dosa.

Kita sedih mendengar tentang imam Ortodoks yang menasihati pengakuan dosa beberapa kali setahun, atau ketika kita telah melakukan dosa 'serius'. Jika mata dan hati saya dibutakan oleh dosa dan pikiran saya dikaburkan oleh kesalahan saya dan akibatnya, siapakah saya sehingga diberi hak  menghakimi bahwa dosa itu dikategorikan serius? Semua dosa itu serius. Semua dosa mengaburkan gambar Allah di mana kita diciptakan. Semua dosa adalah penyakit rohani, tetapi tetap dapat disembuhkan melalui obat pertobatan. Jika kita pergi ke dokter, kita perlu memberi tahu dia semua gejala kita sehingga kita dapat diobati secara efektif. Dalam kehidupan jasmani kita, apa yang tampaknya tidak serius dapat menjadi tanda tumor kanker yang mengancam jiwa. Meskipun demikian dalam kehidupan rohani kita, kita masih memiliki klerus modernis yang memberi tahu jiwa-jiwa yang malang untuk mengabaikan gejala-gejala kecil dan menyarankan agar hanya mendatangi rumah sakit rohani ketika ada gejala masalah yang sangat besar.

Jangan! Bawalah semuanya kepada Kristus Sang Tabib Ilahi, dan tunjukkan dirimu kepada-Nya dalam misteri pertobatan, SETELAH engkau mempersiapkan diri secara menyeluruh.

Ada beberapa artikel bagus di internet, dan saya ingin mendorong semua orang untuk membaca tautan di bawah ini, sebagai sesuatu yang dapat membantu saat kita mempersiapkan diri untuk datang kepada Tuhan dalam pengakuan dosa, sehingga kita dapat benar-benar menerapkan obat pertobatan pada jiwa kita.

http://orthodoxinfo.com/praxis/guide-to-confession.aspx

Selain itu, periksalah dirimu dengan merenungkan 10 Perintah Allah dan Sabda Bahagia, dan kiranya Allah menganugerahkan kepadamu semua, pertobatan yang murni.

Sepuluh Perintah Allah

Akulah Tuhan, Allahmu, dan jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Apakah Allah telah menjadi sumber, pusat, dan harapan hidupku? Apakah aku telah mengutamakan diriku sendiri, orang lain, atau hal-hal lain melebohi Allah? Apakah aku gagal mempercayai keberadaan, kasih, dan belas kasihan Allah? Apakah aku gagal berdoa kepada Allah, menyembah-Nya, dan bersyukur kepada-Nya atas berkat-berkat-Nya? Apakah aku telah berusaha melayani Allah dan menaati perintah-perintah-Nya dengan setia? Apakah aku telah menggerutu atau mengeluh terhadap Allah dalam kesulitan? Apakah aku telah memuji dan memuliakan Allah melalui perkataan dan perbuatanku?

Jangan membuat bagimu patung untuk menyembahnya.

Apakah aku menganggap seseorang atau sesuatu lebih tinggi dari Allah? Apakah aku memberikan kepada seseorang atau sesuatu cinta, kehormatan, dan penyembahan yang hanya milik Allah? Apakah aku membuat berhala dari seseorang, ide, pekerjaan, atau benda yang menjadi lebih penting Dan lebih ditaati daripada kepada Allah?

Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan.

Apakah aku menghujat nama kudus Allah dengan cara apa pun? Apakah aku bersumpah palsu? Apakah aku mengingkari sumpah atau janji yang telah dikatakan? Apakah aku membuat perjanjian, janji, atau kontrak yang melanggar hukum Allah? Apakah aku mengutuk atau menggunakan bahasa kotor?

Ingatlah Dan kuduskanlah hari Sabat .

Apakah saya beribadah secara teratur pada hari Minggu dan hari-hari raya besar dan apakah saya membantu orang lain untuk melakukan hal yang sama? Apakah saya bekerja secara tidak perlu pada hari Minggu atau hari-hari raya besar atau menyebabkan orang lain melakukannya? Apakah saya menghabiskan Hari Minggu yang adah hari Tuhan dengan cara yang sehat dan membangun sipeitualitas Dan bukan untuk mengumbar hawa nafsu dan keinginan?

Hormatilah ayah dan ibumu

Apakah saya mencintai dan menghormati orang tua saya sebagaimana mestinya? Apakah saya mengabaikan mereka atau gagal membantu mereka? Apakah saya tidak menaati mereka, menipu mereka atau menyebabkan mereka sakit hati dengan kata-kata atau perbuatan saya? Apakah saya memperlakukan semua anggota keluarga saya dengan kesabaran dan kasih?

Jangan membunuh.

Apakah saya telah menyebabkan kerugian, cedera, atau kematian seseorang? Apakah saya menginginkan kerugian atau kematian bagi diri saya sendiri atau orang lain? Apakah saya telah berlaku kejam terhadap binatang atau menghancurkan kehidupan seseorang tanpa alasan?

Jangan berzina.

Apakah saya telah melakukan tindakan tidak bermoral secara sendirian atau bersama orang lain? Apakah saya telah menyebabkan orang lain melakukan tindakan tidak bermoral? Apakah saya telah melakukan tindakan tidak bermoral dalam hati saya?

Jangan mencuri.

Apakah saya telah mengambil sesuatu yang bukan milik saya dari siapa pun atau dari mana pun? Apakah saya telah menipu seseorang? Apakah saya telah menyebabkan orang lain mencuri atau menipu? Apakah saya telah mencoba mencari pemilik barang-barang yang hilang yang telah saya temukan? Apakah saya telah merusak atau menghancurkan sesuatu yang menjadi milik orang lain? Apakah saya telah menipu seseorang untuk mendapatkan upah yang seharusnya menjadi hak orang itu? Apakah saya telah membayar utang-utang saya? Apakah saya telah memberikan kepada orang miskin dan untuk tujuan-tujuan amal sesuai dengan kemampuan saya?

Jangan memberikan kesaksian dusta.

Apakah saya telah memberikan kesaksian palsu terhadap seseorang? Apakah saya telah berbicara jahat, berbohong, atau menyebarkan rumor tentang seseorang? Apakah saya telah mengungkapkan kepada seseorang dosa-dosa dan kesalahan orang lain? Apakah saya telah membuat pernyataan yang ceroboh atau melakukan hal lain yang dapat merusak nama dan reputasi orang lain? Apakah saya telah terlibat dalam gosip yang tidak berguna?

Jangan mengingini milik orang lain.

Apakah saya memandang dengan iri hati, cemburu, atau benci terhadap bakat atau prestasi orang lain? Apakah saya menginginkan kejatuhan atau kerugian orang lain karena niat jahat agar saya bisa mendapatkan keuntungan? Apakah saya bersedih karena Tuhan telah memberikan berkat yang lebih besar kepada orang lain daripada kepada saya?

Sabda Bahagia

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Apakah saya benar-benar menyadari ketergantungan saya sepenuhnya kepada Allah? Apakah saya pernah sombong, angkuh, dan merasa benar sendiri dalam cara-cara saya? Apakah saya pernah egois, posesif, dan mementingkan diri sendiri? Apakah saya pernah mengejar status, kekuasaan, dan kekayaan?

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Apakah saya telah menanggung kesulitan dan penderitaan dengan iman dan kesabaran? Apakah saya pernah merasa sedih atas penderitaan orang miskin, orang lapar, dan pecandu; orang sakit, orang kesepian, dan orang berdosa di dunia ini? Apakah saya benar-benar berduka atas dosa dan kesalahan saya?

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi.

Apakah saya telah mencoba melayani atau justru lebih mendominasi orang lain di rumah, sekolah, tempat kerja, kantor, Gereja, dan di tempat lain? Apakah saya pernah bertengkar melawan seseorang? Apakah saya pernah menjadi pendendam, getir, tidak pemaaf, atau menghina dan mencaci maki orang lain? Apakah saya telah mengasihi musuh-musuh saya?

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Apakah saya sungguh-sungguh menginginkan kehendak Allah untuk dilakukan dalam segala hal? Apakah saya telah memperjuangkan keadilan dalam keluarga, masyarakat, dan dunia dengan cara-cara yang dapat saya jangkau? Apakah saya telah berusaha untuk menumbuhkan kehidupan yang benar melalui doa, puasa, ibadah, menerima Komuni Kudus, dan tindakan kasih terhadap orang lain?

Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan menerima belas kasihan.

Apakah saya telah menunjukkan belas kasihan dan membantu orang miskin, lapar, kesepian, dan membutuhkan di sekitar saya? Apakah saya telah berusaha untuk memahami dan memaafkan orang lain? Apakah saya bersikap acuh tak acuh, menghakimi, atau legalistik/penerapan dan pemahaman hukum secara harfiah?

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Apakah saya mencintai kebaikan, kemurnian, dan kekudusan? Apakah saya telah menyerah pada motif dan niat jahat? Apakah saya telah menyerah pada pikiran, kata-kata, atau perbuatan yang tidak murni? Apakah saya bersalah karena bias dan prasangka buruk? Apakah saya munafik, sok penting, atau menuruti hawa nafsu yang berdosa?

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Apakah saya memiliki kedamaian Allah di hati saya? Apakah saya pernah marah, agresif, atau tidak sabar secara tidak adil? Apakah saya telah mengupayakan perdamaian di rumah, di tempat kerja, Gereja, dan di masyarakat? Apakah saya pernah mudah tersinggung, suka berdebat, atau memecah belah?

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Apakah saya pernah mengeluh ketika dianiaya karena Allah? Apakah saya pernah berdoa untuk para penganiaya saya? Apakah saya pernah gagal membela siapa pun dalam kebenaran karena takut direndahkan atau dianiaya? Apakah saya memiliki keberanian untuk membela apa yang benar meskipun dikritik, diejek, atau dianiaya?

Berbahagialah kamu, jika karena aku kamu dicela dan dianiaya Dan kepadamu fifitnahkan segala yang jahat; bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga

Apakah sukacita Kristus ada di hati saya, bahkan di saat-saat yang sulit? Apakah saya pernah pesimis, putus asa, atau tidak memiluki pengharapan? Apakah saya benar-benar bersukacita atas janji harta Allah di surga?

https://russianorthodoxchurchcardiff.com/preparing-for-confession



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGGEREJAAN IBU DAN ANAK SETELAH 40 HARI

Tradisi Koliva dalam Kekristenan Ortodoks

MENGAPA ORANG YANG MENINGGAL DIPERINGAT PADA HARI SABTU?