Glosarium Istilah Liturgi
Glosarium
Istilah Liturgi
Kehidupan
liturgi Gereja Orthodoks memiliki bahasanya sendiri, dengan banyak istilah
khusus yang berasal dari bahasa Yunani, Latin, dan Slavia. Beberapa istilah
liturgi yang paling umum digunakan diuraikan di bawah ini. Beberapa definisi
sebagian didasarkan pada materi dalam glosarium The Festal Menaion (South
Canaan, Pennsylvania: St Tikhon's Seminary Press, 1990) dan The Unabbreviated
Horologion atau Book of the Hours (Jordanville, New York: 1995), yang
penggunaannya diakui dengan ucapan syukur.
Setelah
Perayaan
Periode
setelah pesta di mana pesta tersebut terus dirayakan. Mungkin hanya satu hari,
atau, dalam kasus Paskah, empat puluh hari.
Akathist
Puisi
liturgi yang berisi dua belas kontakion, masing-masing disertai dengan ikos.
Yang asli, Akathist untuk Bunda Allah, dikaitkan dengan Santo Romanos Sang
Melodis, dan berfungsi sebagai pola untuk semua yang lain.
Ibadah
Kawal Malam
Ibadah
Kawal malam yang mengawali perayaan hari raya besar, yang terdiri dari gabungan
Vesper Sembahyang/ Senja, Sembahyang Singsing Fajar/Matin, dan Sembahyang Jam
Pertama. Pada masa lampau, ibadah ini berlangsung sepanjang malam, atau
sebagian besarnya, oleh karena itu dinamakan demikian. Dalam praktik paroki
Gereja Orthodoks Rusia, ibadah ini berlangsung selama sekitar dua jam dan
biasanya juga dilaksanakan setiap Sabtu malam.
Amvon
Ruang
mimbar tepat di depan pintu kerajaan tempat para Imam berdiri untuk membaca
litani, membaca Injil, dan menyampaikan khotbah.
Apodosis
Hari
terakhir perayaan hari raya, "Perpisahan", yang secara harfiah
berarti "memberikan kembali" atau "memberikan" hasil dari
suatu hari raya.
Pemberkatan
air
Di Gereja
Orthodoks, ada dua ritus untuk pemberkatan air. Pemberkatan Air Kecil dilakukan
pada berbagai waktu sepanjang tahun, terkadang pada acara-acara khusus seperti
pesta pelindung paroki, dan terkadang karena Typikon menyerukannya, seperti
pada pesta Pertengahan Pentakosta dan pesta Prosesi Kayu Mulia Salib Tuhan yang
memberi hidup. Pemberkatan Air Agung dilakukan pada Pesta Agung Pembaptisan
Tuhan, baik pada malam maupun pada hari pesta itu sendiri. Yang mendasari
ibadah ini adalah pemahaman bahwa air, seperti semua materi ciptaan, dapat
menjadi instrumen kasih karunia Allah. Air yang diberkati seperti itu
dikonsumsi oleh umat beriman dan juga digunakan untuk memberkati rumah,
berbagai makanan, barang-barang gereja, dan hal-hal seperti ladang, kendaraan,
dan perahu.
Kanon
Puisi
liturgi yang terdiri dari sembilan bagian yang disebut ode. Setiap ode terdiri
dari irmos dan sejumlah bait yang disebut troparion. Kanon awalnya disusun
dengan meniru sembilan Ode Kitab Suci dan disisipkan di antara bait-bait ode
tersebut, seperti yang masih dilakukan pada hari di luar hari Minggu selama
Prapaskah Agung. Kanon merupakan bagian besar dari Sembahyang Singsing Fajar,
yang menjadi variabel utama setiap hari liturgi. Dalam praktiknya, hanya
delapan ode yang dibacakan, ode kedua dihilangkan kecuali pada hari-hari
tertentu selama Prapaskah Agung.
Sembahyang
Purna Bujana
Sembahyang
yang dilakukan setelah makan malam. Ada dua bentuk, Sembahyang Purna Bujana
Kecil dan Sembahyang Purna Bujana Agung. Dalam praktik paroki Gereja Orthodoks
Rusia, Sembahyang Purna Bujana Kecil jarang dilakukan – di paroki kami,
Sembahyang Purna Bujana hanya dilakukan setelah Sembahyang Senja dengan
dikeluarkannya Kain Kafan Kristus pada Jumat Agung dan Kudus. Sembahyang Purna
Bujana Agung dilakukan pada malam Natal dan Theofani. Selama Prapaskah Agung,
Sembahyang Purna Bujana Agung ditetapkan untuk dibacakan pada malam hari di
luar Hari Minggu.
Liturgi
Ilahi
Ini
adalah nama yang diberikan untuk Ibadah Komuni Kudus di Gereja Orthodoks.
Bentuk-bentuk yang umum digunakan adalah Liturgi Ilahi Santo Yohanes
Krisostomos, yang digunakan pada hari Sabtu, sebagian besar hari Minggu, dan
pada hari-hari biasa di luar Masa Prapaskah Agung; Liturgi Ilahi Santo Basilius
Agung, yang digunakan pada lima hari Minggu pertama Masa Prapaskah Agung, Kamis
Agung dan Kudus, Sabtu Agung dan Kudus, dan pada Malam Kelahiran Kristus dan
Theofani; dan Liturgi Ilahi Pra Konsekarasi, yang digunakan pada hari Rabu,
Jumat, dan hari-hari tertentu lainnya selama Masa Prapaskah Agung, dan pada
tiga hari pertama Pekan Kudus.
Pesta
Sebelum Hari Raya
Hari atau
beberapa hari sebelum hari raya, yang, secara liturgis, hari raya dirayakan
dengan antisipasi.
Prapaskah Agung
Prapaskah Agung adalah
sebutan yang diberikan di Gereja Orthodoks untuk periode puasa dan pertobatan
selama tujuh minggu yang mendahului Paskah, yaitu perayaan tahunan Kebangkitan
Kristus. Prapaskah Agung terdiri dari tiga periode berturut-turut: Empat Puluh
Hari Suci yang dimulai pada hari Senin minggu pertama ("Senin
Bersih") dan berakhir pada hari Jumat minggu keenam; dua hari raya yang
memperingati kebangkitan Lazarus dari kematian ("Sabtu Lazarus") dan
Masuknya Tuhan ke Yerusalem dengan penuh kemenangan ("Minggu Palem");
dan Minggu Suci, minggu sebelum Paskah. Menurut aturan puasa tradisional yang
dijalankan di Gereja Orthodoks, tidak boleh makan daging, telur, atau produk
susu selama Prapaskah Agung. Ibadah yang ditetapkan untuk periode ini, yang
teksnya dapat ditemukan dalam Triodion Prapaskah, memiliki ciri-ciri unik:
kurang semarak, lebih panjang, melodi khidmat, sujud, dan penggunaan Doa
pertobatan St. Efraim dari Siria.
Jam-Jam Sembahyang
Ibadah singkat yang
awalnya ditetapkan untuk dibaca pada pukul 06.00 (Jam Pertama), 09.00 (Jam
Ketiga), 12.00 (Jam Keenam), dan 15.00 (Jam Kesembilan), dan mengambil
nama-namanya dari sistem pencatatan waktu kuno. Dalam praktik paroki Gereja
Orthodoks Rusia, Jam Pertama biasanya dibaca segera setelah Sembahyang Singsing
Fajar dan Jam Ketiga dan Keenam dibaca segera sebelum Liturgi Ilahi. Jam
Kesembilan biasanya hanya dibaca pada hari-hari ketika Typika dipersembahkan.
Keempat ibadah tersebut terdiri dari doa, mazmur, troparion, dan kontakion.
Tidak ada litani.
Ikos
Syair yang dibaca segera
setelah kontakion kepada orang kudus atau hari raya.
Irmos
Ayat pertama dari setiap
ode kanon. Kata irmos berasal dari kata Yunani yang berarti 'rantai' dan
menyediakan tautan, oleh karena itu sesuai Namanya menghubungkan baik ke Ode
Kitab Suci yang relevan maupun kepada tema kanon secara keseluruhan. Irmos biasanya
dinyanyikan, sedangkan troparion suatu ode biasanya dibacakan.
Kontakion
Sebuah bait Kidung khusus
yang selalu ditemukan setelah ode keenam dari sebuah kanon. Kata kontakion
berasal dari kata Yunani yang berarti 'tiang' atau 'poros', yang merujuk pada
tongkat kayu tempat gulungan digulung. Awalnya merupakan puisi yang panjang,
maka dari itu disesuaikan dengan namanya, kontakion kini menjadi satu bait
saja. Yang terpenting kedua setelah troparion hari raya atau orang kudus,
kontakion biasanya memberikan ringkasan yang lebih ringkas tentang peristiwa
atau orang kudus yang dirayakan.
Triodion Prapaskah
Buku ibadah yang berisi
semua materi khusus yang berkaitan dengan Prapaskah Agung, dan disebut demikian
karena kanon untuk Sembahyang Singsing Fajar/ Matin pada hari di luar hari
Minggu biasanya hanya berisi tiga ode. Dimulai dengan Minggu Pemungut Cukai dan
Orang Farisi dan diakhiri dengan Sabtu Agung dan Kudus.
Litani
Sebuah bentuk doa di mana
diakon atau, jika diakon tidak ada, imam, memanggil umat beriman untuk berdoa
untuk berbagai maksud. Tanggapan yang lazim dari paduan suara adalah ‘Tuhan,
kasihanilah’ atau, kadang-kadang, ‘Kabulkanlah ya Tuhan’. Litani sering terjadi
dalam Sembahyang Senja/ Vesper, Sembahyang Singsing Fajar/ Matin, dan Liturgi
Ilahi.
Litia
Kata ini, yang berasal
dari bahasa Yunani dan berarti ‘permohonan’, digunakan untuk dua jenis doa
liturgi yang berbeda. Yang pertama adalah prosesi dan permohonan syafaat yang
khidmat, yang disajikan pada akhir Sembahyang Senja/Vesper pada Hari Raya Besar
dan hari-hari suci tertentu, dan setelah itu gandum, anggur, minyak, dan lima
roti diberkati. Yang kedua adalah bentuk singkat dari pannikhida, yang biasanya
dilakukan setelah Liturgi Ilahi.
Pascha
Pascha adalah nama yang
paling sering digunakan di Gereja Orthodoks untuk Paskah, peringatan tahunan
Kebangkitan Kristus. Istilah Pascha berasal dari kata bahasa Aram untuk Paskah,
Kristus adalah "Anak Domba Paskah kita" (1 Korintus 5:7), penggenapan
dari semua yang telah dilambangkan dalam Paskah Perjanjian Lama. Perayaan
tahunan terpenting dalam Kekristenan Orthodoks ini dirayakan pada hari Minggu
pertama setelah bulan purnama yang terjadi setelah ekuinoks Maret menurut
kalender Julian. Ibadah yang ditetapkan untuk periode Paskah memiliki fitur
unik: kemegahan yang lebih besar, durasi yang lebih pendek, melodi yang
menyenangkan, dan tidak adanya sujud sama sekali. Naskah untuk ibadah ini
ditemukan dalam Pentekostarion.
Pentekostarion
Buku ibadah yang memuat
ibadah Paskah dan variabel untuk setiap hari hingga Minggu Pentakosta dan dua
Minggu setelahnya, Minggu Semua Orang Kudus dan Minggu Semua Orang Kudus Rusia.
Dalam bahasa Slavia, buku ini disebut Цветная Триодь, ‘Triodion Berbunga-bunga’,
karena sejumlah kanon di dalamnya hanya memiliki tiga ode.
Ode Kitab Suci
Sembilan Nyanyian yang
ditemukan dalam Kitab Suci yang menjadi dasar setiap ode kanon.
Nyanyian-nyanyian tersebut adalah: (I) Nyanyian Musa dalam ucapan syukur
setelah Israel menyeberangi Laut Merah (Keluaran 15:1-19); (II) Nyanyian Musa
sebelum kematiannya (Ulangan 32:1-43); (III) Doa Hannah setelah melahirkan Nabi
Samuel (1 Raja-raja (Samuel) 2:1-10); (IV) Doa Nabi Habakuk, di mana ia melihat
kedatangan Kristus (Habakuk 3:2-19); (V) Doa Nabi Yesaya (Yesaya 26:9-19); (VI)
Doa Nabi Yunus, keluar dari perut ikan paus (Yunus 2:3-10); (VII) Doa Tiga
Pemuda Kudus (Daniel 3:26-56); (VIII) Kidung Tiga Pemuda Kudus (Daniel
3:57-88); dan (IX) Kidung Theotokos (Lukas 1:46-59) dan Doa Zakharia saat
kelahiran putranya Yohanes Pembaptis (Lukas 1:68-79).
Sembahyang Singsing Fajar/
Matins
Sembahyang pagi, dan
Sembahyang yang memuat jumlah variabel terbanyak dari semua ibadat harian. Kata
Matins berasal dari kata Latin yang berarti pagi. Dalam praktik paroki Gereja
Orthodoks Rusia, Matins hampir selalu dilakukan pada malam sebelum hari raya
atau Orang Kudus yang diperingati, baik sendiri atau bersama dengan Vesper dan
Jam Pertama sebagai Ibadah Kawal Malam. Ibadah ini terdiri dari mazmur dan
kanon yang diselingi dengan litani, syair, dan kidung. Bagian-bagian Matins
berakar pada peribadatan Perjanjian Lama.
Menaion
Seperangkat dua belas buku
ibadat, satu untuk setiap bulan, yang memuat ibadat untuk setiap hari dalam
sebulan. Materi ibadat Menaion merupakan variabel utama dari siklus harian.
Ibadat Tengah Malam
Ibadat yang secara
tradisional ditetapkan untuk dibacakan pada pukul 12.00 dini hari, sesuai
namanya. Dalam praktik paroki Gereja Orthodoks Rusia yang biasa, ibadat ini
hanya dilakukan setahun sekali, tepat sebelum dimulainya ibadat Paskah, dan
kemudian dalam bentuk khusus.
Moleben
Sebuah ibadah singkat
untuk memohon kepada Tuhan, Ibu-Nya, atau kepada satu atau lebih orang kudus
yang umumnya mengikuti struktur Sembahyang Singsing Fajar/ Matin. Dalam praktik
Gereja Orthodoks Rusia, bentuk dan durasi moleben sangat bervariasi.
Panikhida
Sebuah Ibadah singkat
untuk orang yang telah meninggal yang mengikuti struktur Sembahyang Singsing
Fajar/ Matin.
Troparion
Istilah
umum yang menunjukkan bait puisi rohani atau kidung pendek. Umumnya, istilah
ini merujuk pada kidung utama hari raya atau peringatan Orang Kudus, atau bait
ode dalam kanon.
Typika
Ibadah
yang disediakan untuk diucapkan sebagai pengganti Liturgi Ilahi ketika Liturgi
Ilahi tidak dapat dirayakan. Dalam penggunaan paroki, Ibadah ini dilakukan
sebelum Liturgi Ilahi pada hari-hari tertentu dalam Prapaskah Agung dan Pekan
Suci ketika Liturgi Ilahi mengikuti Sembahyang Senja/Vesper.
Typikon
Sebuah
buku yang berisi semua aturan untuk pelaksanaan Liturgi ilahi, memberikan
arahan untuk setiap kemungkinan kombinasi keadaan. Tidak ada terjemahan bahasa
Inggris yang komprehensif.
Sembahyang
Senja/ Vesper
Ibadah
malam, dan Ibadah awal siklus harian. Kata vesper berasal dari kata Latin dan
Yunani yang berkaitan dengan terbenamnya matahari. Dalam praktik paroki Gereja
Orthodoks Rusia, Vesper biasanya dilakukan pada malam sebelum hari raya atau
peringatan Orang kudus, bersama dengan Matin dan Jam Pertama sebagai Ibadah
Kawal Malam. Ibadah ini terdiri dari mazmur dan litani yang diselingi dengan
ayat-ayat dan kidung. Seperti halnya Sembahyang Singsing Fajar/Matin,
bagian-bagian dari Vesper berakar pada peribadatan Perjanjian Lama.
Komentar
Posting Komentar