Apa itu Polyeleos dalam Ibadah Kristen Orthodoks?
Apa itu Polyeleos dalam Ibadah Kristen Orthodoks?
Jawaban dari Hieromonk Jog (Gumerov):
Polyeleos adalah bagian paling meriah dari matin/ Sembahyang Singsing Fajar. Namanya berasal dari bahasa Yunani: polyeleos dari polys – banyak, dan eleos – rahmat. Karenanya, terjemahan harfiah dari polyeleos adalah “penuh belas kasihan”. Terdiri dari menyanyikan baris-baris mazmur 134 (Septuaginta)/135 (“Puji nama Tuhan, Haleluya”) dan 135 (Septuaginta)/136 (“Bersyukurlah kepada Tuhan, Haleluya”). Nyanyian tersebut diiringi dengan pengulangan kata-kata “Karena kasih setia-Nya untuk selama-lamanya”. Itulah asal nama bagian dari matin ini.
Polyeleos hanya dilakukan saat merayakan liturgi hari Minggu atau liturgi hari raya. Setelah pembacaan Injil, umat beriman diurapi dengan krisma yang diberkati. Tindakan ini bukanlah sakramen, tetapi tetap merupakan ritus sakral Gereja, yang berfungsi sebagai simbol rahmat Allah kepada kita.
Selama Ibadah ini ini, semua lampu jaga di gereja dinyalakan.

Komentar
Posting Komentar