Elder Ephraim dari Arizona Menyingkapkan Kelompok Kalender Lama
Elder Ephraim dari Arizona Menyingkapkan Kelompok Kalender Lama
Oleh Elder Ephraim dari Arizona
(ditranskripsi dan diterjemahkan dari ceramah audio)
11 Maret 2016
Bertahun-tahun yang lalu ada seorang bapa rohani yang berasal dari Siprus dan dia adalah orang yang sangat baik. Awalnya ketika masih muda dia berada di Stavrovouni, sebuah biara di Siprus, dan masih menjadi seorang hieromonk. Ketika dia berada di biara ini, dia sendiri mengatakan kepada saya, ada seorang Romo dari Gunung Athos yang Zealot/ fanatik dan mengikuti kelompok Kalender Lama melarikan diri ke sana. Yang saya maksud dengan "fanatik" adalah seorang fanatik Kalender Lama, yang mengutuk Gereja sebagai bidat dan skismatis.
Namanya adalah Romo Yohanes. Saya mengenalnya. Ia telah melarikan diri dari Gunung Athos, dari Skete of St. Anna, dan ia pergi ke Siprus. Di Siprus, ia mencoba menciptakan suasana Kalender Lama dan kemudian pergi ke Biara Stavrovouni, sebagaimana yang diceritakan oleh hieromonk itu sendiri kepada saya, dan ia mulai berbicara atas nama Kalender Lama kepada para Romo biara di sana. Ia juga berbicara dengan hieromonk ini, bahwa liturgi yang ia lakukan bukanlah liturgi, dan misteri/ Sakramen yang ia lakukan bukanlah misteri, bahwa liturgi itu tidak memiliki rahmat, berkat, dan sebagainya.
Oleh karena itu, hieromonk ini mulai berpikir maju mundur penuh
keraguan, sambil berkata: "Saya bertanya-tanya apakah orang ini benar
dalam perkataannya? Saya bertanya-tanya, apakah mungkin saya tidak melakukan
liturgi dan sakramen/misteri, tetapi hanya menjalankan sebuah teatrikal dalam
liturgi agar umat dapat melihatnya?" Dengan keraguan ini dalam pikirannya,
suatu hari ia mulai melakukan Liturgi Ilahi.
Dan saat itu Liturgi Ilahi pun sedang berlangsung, ia memberkati Karunia-karunia Kudus, dan ketika tiba saatnya ia berlutut untuk mengangkat Roti Kudus dan berkata: "Marilah kita memperhatikan. Benda-benda Kudus bagi orang-orang kudus." Kemudian ia melihat pada Piring Suci/disko bahwa roti telah berubah menjadi daging, berubah menjadi daging merah, dan hati nuraninya mulai menegurnya, dengan berkata: "Karena ketidakpercayaan pikiranmu, karena engkau meragukan ini dan itu, Allah sekarang telah membiarkan roti menjadi daging dan sekarang bagaimana engkau akan menerima komuni, dan bagaimana engkau akan memberikan komuni kepada para rahib, semua ini terjadi karena pikiran-pikiranmu yang berdosa?" dan hal-hal ini membuatnya menangis. Kemudian ia berlutut di tempatnya dan ia mulai menangis lagi, tidak mampu melihat Piring Suci/disko yang ada dagingnya.
"Romo Ephraim," katanya kepadaku, "dagingnya seperti paha ini, yang tidak berlemak, dan berwarna merah. Dan ketika aku menangis dan memohon serta berdoa kepada Allah untuk mengubah keadaan, agar daging itu kembali menjadi roti, dan agar Dia mengampuni ketidakpercayaanku pada Misteri Ilahi, tiba-tiba seorang putra altar datang dan bertanya kepadaku, 'Romo, apakah sesuatu terjadi padamu, perlukah aku menolongmu?' 'Tidak anakku, pergilah, itu semua dosaku, aku menangisi dosa-dosaku, jadi pergilah, aku tidak membutuhkanmu.' Maka aku memohon kepada Allah sekali lagi, dan setelah menangis tersedu-sedu, aku perlahan mengangkat mataku untuk melihat Altar Suci, dan aku melihat piring suci/disko, dan tidak ada lagi daging, kecuali roti, yang telah menjadi putih seperti prosphoron! Aku bangkit, memotongnya menjadi beberapa bagian, ambil bagian dalam komuni suci dengan sukacita dan rasa syukur, dan menenangkan diri karena tahu bahwa liturgi yang kulakukan adalah benar di dalam Roh Kudus, dan bahwa apa yang dikatakan oleh imam fanatik itu tidak benar, yang mengatakan bahwa kita, para penganut Kalender Baru tidak memiliki rahmat sakramental dan berada di luar Rahmat dan di luar Gereja, dan bahwa kita terkutuk."
Itulah yang terjadi. Izinkan saya menceritakan yang lain. Tahun lalu, saya ingat benar, saya berada di biara di Portaria, dan seperti halnya kita di sini sekarang, saya juga berbicara dengan para biarawati. Ketika saya berbicara dengan mereka, telepon berdering. Saya mengangkatnya, dan itu adalah anak rohani saya, seorang wanita dari Kreta, wanita yang saleh, yang sangat berbudi luhur dan sangat setia kepada saya, dan dia pernah berada di Volos di mana dia akan menghadiri Liturgi Ilahi dan menerima komuni, dan kemudian karena pekerjaan suaminya, mereka pindah ke Kozani, dari sana dia menelepon saya dengan perasaan tidak nyaman.
"Romo, saya ingin memberi tahu Romo tentang sesuatu, dan saya sangat sedih. Apa yang sedang terjadi pada saya? Dosa-dosa sayalah yang membuat saya merasa seperti ini."
"Romo Ephraim," katanya, "ketika aku berada di biara di sana, aku menerima komuni, dan ketika aku menerima komuni sepotong Roti Kudus menjadi daging di mulutku dan aku tidak dapat mengunyahnya; itu adalah daging mentah, jadi aku menelannya. Dan bau harum yang menyengat keluar dari mulutku. Aku datang ke Kozani dan aku menerima komuni lagi dengan Gereja Kalender Baru di Katedral (di biara kami ini kami mengikuti penanggalan Kalender Lama), dan bagian itu kembali menjadi daging dan ada bau harum yang sangat harum, di mana selama seminggu aku tidak menerima (......), sehingga aku tidak akan kehilangan bau harum Komuni Kudus, yang aku miliki, yang aku rasakan. Mengapa? Apakah ini terjadi karena aku memiliki begitu banyak dosa?"
Saya berkata kepadanya: "Bukan seperti itu, anakku, tetapi itu terjadi karena Allah mengasihimu dan Dia menunjukkan kepadamu misteri ini, supaya kamu sungguh-sungguh percaya bahwa kita umat Kristen Orthodoks percaya bahwa Roti dan Anggur Kudus terjadi melalui berkat Gereja, dengan doa-doa Gereja, dengan pencurahan Roh Kudus, bahwa roti dan anggur diubah menjadi daging dan darah dan kita bersekutu dengan Tuhan kita dengan daging dan darah, dan kita menjadi satu dengan Kristus, yang menguduskan daging dan roh kita."
"Oh, jadi begitulah adanya," katanya.
"Ya, anakku, memang begitulah adanya."
Ketika saya berada di Sinai pada tahun 1972, di Biara St. Katharina, ketika kami sedang duduk di sana, kami berkata bahwa kami akan mengadakan liturgi pada hari berikutnya, agar umat beriman dapat menerima komuni, dan karena saya berada di Sinai untuk pertama kalinya, di Biara Santa Katharina, saya pikir akan menjadi pekerjaan yang diberkati untuk mengadakan liturgi, karena kita memiliki Relik Sucinya di sana. Sementara yang lain pergi ke puncak gunung, saya mempersiapkan diri untuk Liturgi Ilahi. Saya mengadakan liturgi, dan Liturginya sangat indah, Relik Suci keluar dan disambut oleh umat Kristen, dan tempat itu mengalirkan bau harum dengan St. Katharina. Malam sebelumnya, ketika kami sedang mendiskusikan Komuni Ilahi, seperti siapa yang akan menerimanya, dan kami mendiskusikan Kalender Lama, apakah Kalender Baru memiliki rahmat, dan sebagainya. Seorang wanita segera berdiri, wanita itu memiliki Romo Angelo Nisiotis sebagai bapa rohaninya, jika engkau mengenal Romo itu, yang merupakan seorang yang sangat rohani. Jadi wanita ini menganggapnya sebagai bapa rohaninya, dan ingin mendukung kebenaran, dia berkata:
"Suatu ketika, Romo, kami hendak melakukan Liturgi Ilahi, dan Sang Tetua membiasakan kami, ke mana pun kami pergi, ia memberi tahu kami untuk bersiap menerima komuni. Kami pergi ke suatu tempat untuk bertamasya, dan di sebuah kapel kami melakukan Liturgi Ilahi. Ketika bapa rohani kami keluar dari Gerbang Indah dengan membawa Piala Suci, ia berkata, 'Anak-anakku, dengan apa aku dapat menerima komuni? Lihat apa yang terjadi di sini!' Dan ia menunjukkannya kepada kami, Romo, dan saya melihat dengan mata kepala sendiri, di dalam Piala Suci terdapat daging dan darah. 'Aku tidak dapat memberikan komuni kepadamu,' katanya. 'Aku hanya akan memberimu komuni dengan Darah Suci.' Dan ia hanya memberikan Darah Suci kepada kami, karena ia berkata ia tidak dapat memberikan daging kepada kami."
Bagaimana ia membagi-baginya dalam beberapa potongan, doa-doa apa yang ia panjatkan untuk mengubahnya kembali menjadi roti dan membagi-baginya, hanya ia dan Allah yang tahu. Namun wanita yang melihat ini dengan matanya sendiri, menceritakannya kepada kita. Dan berapa banyak kesaksian lain yang kita miliki dari para Bapa Suci.
Saya ingin mengatakan bahwa tanpa sepengetahuan orang-orang Kelompok Kalender Lama, meskipun itu adalah kalender Orthodoks dan paling benar dan paling diberkati, namun, karena seiring berjalannya waktu orang-orang tidak dikatekisasi dengan baik dalam pengajaran dan kebenaran, ketika mereka kembali menggunakan Kalender Lama karena mereka mengatakan kalender harus dijaga dengan tepat, dan sebagai teguran kepada Gereja Yunani, mereka justru tiba pada titik di mana mereka menjadikan hal itu sevagai pelanggaran dogmatis dan gerejawi. Jadi ketika mereka mendengar bahwa itu adalah kesalahan dogmatis di Gereja, mereka mundur dan mulai melihat masalah itu secara berbeda. Tetapi masalah penggunaan kalender ini bukan masalah dogmatis, tetapi masalah gerejawi yang hanya berurusan dengan kalender saja.
Sekarang kita berada dalam situasi, khususnya di Yunani, di mana kita memiliki dua, tiga, empat Sinode Uskup Kelompok Kalender Lama, di mana satu Sinode berbeda dari yang lain. Dan setiap Sinode memiliki Uskup Agungnya sendiri. Coba pikirkan, di satu Athena, di mana seharusnya ada satu Uskup Agung, ada lima atau enam Uskup Agung.
Nah, semua itu berarti bahwa kita tidak berjalan dengan baik, bahwa masalah itu tidak dimulai dengan benar. Para Uskup yang memulai gerakan Kalender Lama, tentu saja mereka benar, dan bahkan Uskup Florina adalah orang suci dan sangat terpelajar. Dikatakan bahwa di ranjang kematiannya, ia mendesah dan berkata: "Tuhan, jangan tanam dosa ini." Yang ia maksud adalah bahwa dengan memulai dan memulai gerakan Kalender Lama, mereka menyadari bahwa mereka telah menyimpang dari jalan yang benar, menjadikan masalah kalender sebagai masalah dogma (...), namun sekarang tidak dapat dihentikan. Dan ketika Uskup Dimitriados, dan dua orang lainnya, Christophoros dan Polykarpos (...), keduanya adalah Uskup muda yang kembali ke Kalender Baru, karena mereka memahami bahwa mereka melakukan kesalahan karena memisahkan diri dari Gereja. Ketika para pemimpin menyadari bahwa umat juga memisahkan diri, mereka bersatu kembali dengan Gereja agar tidak terjadi masalah Kalender Lama dan menciptakan perpecahan. Jadi mereka meninggalkan Kelompok Kalender Lama, mereka kembali ke Gereja Kalender Baru, dan hanya Uskup Florina yang tersisa sebagai yang terakhir. Maka mereka berkata kepadanya: "Angkatlah seorang Uskup, angkatlah seorang Uskup." Ia menjawab: "Tidak, tidak, tidak." Niatnya adalah ketika dia meninggal maka seluruh masalah ini lenyap. Dan ia meninggal tanpa meninggalkan pengganti, yang membuat para Penganut Kalender Lama tidak memiliki Uskup, tidak memiliki kepala, dan jatuh ke dalam bid'ah, meskipun itu bukanlah bid'ah, tetapi mereka berada dalam posisi bid'ah, tidak memiliki kepala.
Mereka adalah satu umat, tetapi mereka tidak memiliki Uskup. Gereja Orthodoks tidak pernah tanpa memiliki Uskup. Di mana pun ada Uskup, di situ ada kepala, di situ ada Gereja. Tetapi selama bertahun-tahun mereka tidak memiliki Uskup. Karena mereka tahu mereka akan dituduh tidak memiliki kepala, dan tidak terpikirkan bagi Gereja untuk eksis tanpa Uskup, beberapa Arkhimandrit bergegas ke Amerika untuk ditahbiskan sebagai Uskup oleh Sinode Rusia Diaspora di bawah pimpinan Anastasius. Tetapi Sinode Rusia Diaspora tidak menahbiskan siapa pun! Karena para Uskup muda tidak ingin melanjutkan apa yang mereka lihat dengan Kelompok Kalender Lama yang tidak berjalan baik. Akan tetapi, kegigihan mereka untuk memiliki Uskup, menjadikan dua Uskup sebagai kepala, agar tidak dituduh tidak memiliki kepala, menunjukkan bahwa mereka tidak berada dalam situasi yang baik. Jadi mereka menemukan Seraphim, dan Leontius, jika saya tidak salah, yang keduanya adalah Uskup Sinode Rusia Diaspora, meskipun Sinode tidak memberi mereka izin, Anda mengerti? Kedua orang ini, secara diam-diam tanpa sepengetahuan Sinode, salah satunya adalah seorang Kalender Baru dan yang lainnya seorang Kalendar Lama Sinode ini, secara diam-diam menahbiskan Akakios dan mengangkatnya menjadi Uskup Agung.
Saya ingat ketika Akakios kembali ke Yunani, dia mengatakan bahwa dia ditahbiskan sebagai Uskup. Di mana surat-surat penahbisan Anda, Romo? Tidak ada surat-surat penahbisan. Bagaimana kita bisa percaya bahwa dia menjadi Uskup? "Saya seorang Uskup dan surat-surat penahbisan saya akan tiba pada waktunya." Uskup mana yang mengangkat Anda menjadi Uskup? Dia tidak akan mengatakannya, supaya penahbisan itu tidak akan terungkap, karena jika ini terungkap maka mereka akan pergi ke Sinode Rusia, tempat kedua Uskup ini berada, dan keduanya akan akan diadili di Sidang Sinode.
Dan menurut Kanon Gereja, siapapun yang ditahbiskan menjadi Uskup secara rahasia - seperti kedua Uskup ini - tanpa izin otoritas gerejawi, penahbisan tersebut tidak sah dan harus digulingkan. Apakah engkau paham mengerti? Ini adalah Kanon Sinode yang eksplisit. Oleh karena itu, menurut Kanon, penahbisan Akakios ini seharusnya tidak sah yang dilakukan oleh kedua Uskup Rusia, dan kedua Uskup ini seharusnya digulingkan. Inilah sebabnya Akakios tidak bisa menunjukkan surat penahbisan apa pun! Dia tidak punya. Bagaimana dia bisa menunjukkannya? Oleh karena itu, beberapa orang mengatakan mereka tidak akan menerimanya sebagai Uskup, dan yang lain, karena kebutuhan, untuk menutupi situasi mereka, menerimanya sebagai Uskup, dan bahwa pada waktunya dia akan menunjukkan surat penahbisannya. Dan surat penahbisannya dilakukan oleh seorang Notaris, dan dia menunjukkannya seperti sebuah kontrak. Ketika diketahui bahwa penahbisannya dilakukan secara rahasia, masalah tersebut dibawa ke Sinode Rusia. Sinode memikirkannya dengan berbagai cara, bagaimana mereka akan dijadikan bahan tertawaan, tetapi mereka memaafkan kesalahan kedua Uskup itu, dan entah bagaimana kesalahan Akakios, dan mereka secara relatif mendukung penahbisan dengan oikonomia.
Ternyata, seorang Uskup tidak dapat menahbiskan Uskup lainnya, karena jika ia menahbiskan, ia akan menggantikan Matius, karena Matius telah menahbiskan seluruh Sinode sendirian dan penahbisannya sama sekali tidak sah. Itulah sebabnya ia mengundang Leontius secara diam-diam dari Amerika, dan ia datang ke Athena secara diam-diam, dan di biara-biara mereka melakukan penahbisan Uskup dan tiba-tiba mereka tampak ditahbiskan. Dan orang-orang akan bertanya: "Bagaimana penahbisan ini terjadi? Penahbisan itu tidak dilakukan di hadapan orang-orang? Haruskah kita mengadopsinya?" Jadi mereka berkata bahwa mereka tidak dapat membedakan kebenaran dari kepalsuan, karena semuanya dilakukan secara diam-diam, menutupi bahwa mereka mengangkat Auxentios dan Gerontios dan (...) Uskup, serta yang lainnya, dan mereka membentuk Sinode.
Kemudian, seperti yang kami katakan kemarin, pada satu titik mereka berkumpul dan berusaha untuk bersatu, untuk menjadi sebuah badan besar, sebuah Gereja besar, agar mereka dapat berbaris melawan Gereja pengguna Kalender Baru. Namun mereka sepakat untuk percaya dan memiliki "kredo" yang sama bahwa Gereja, seluruh Gereja baik dari Kalender Lama maupun Kalender Baru, jika mereka tidak termasuk di dalam organisasinya, seperti orang-orang Bulgaria, Serbia, Albania dan semua Gereja Otosefalus dari Kalender Lama dan Kalender Baru; semua Gereja ini mereka nyatakan sesat dan skismatis dan Sakramen/Misteri-misteri mereka tidak memiliki rahmat atau pengudusan, dan hanya Sakramen/Misteri mereka saja yang sah dan benar.
Namun ketika mereka bertemu dan membuat Sinode ini, mereka tidak sepakat tentang siapa yang akan menjadi Uskup Agung! Dari golongan mana Uskup Agung akan berasal? Di situlah mereka tidak sepakat. Satu golongan mengatakan "dari kami" sementara golongan lain mengatakan "dari kami", jadi mereka tetap menjadi golongan yang terpisah, masing-masing memiliki Uskup Agung sendiri, tetapi mereka sepakat dalam "kredo" yang sama, bahwa tidak ada Rahmat atau Pengudusan dalam Misteri Gereja, seluruh Gereja lain, dan hanya Gereja merekalah yang memiliki Pengudusan.
Itulah sebabnya hari ini mereka berkata, seperti yang telah saya pelajari, setelah datang ke sini, bahwa ketika mereka pergi ke biara itu, sang imam berkata bahwa mereka harus menghadiri gereja di sini, tetapi tidak usah menerima Misteri. Tetapi dia berbicara dari sudut mulutnya, karena dia ingin mengatakan bahwa Misteri di biara ini tidak sah, namun karena tidak ada gereja kelompok Kalender Lama di sini bagi orang-orang untuk menghadiri gereja, dan karena tidak mungkin mereka tidak akan tetap melakukan ibadah gereja, dia berkata biarkan mereka pergi ke gereja sehingga mereka berpikir bahwa mereka akan pergi ke gereja, tetapi dia berkata bahwa mereka tidak boleh menerima Misteri karena Misterinya tidak sah. Dia tidak berbicara langsung, tetapi dari sudut mulutnya, dan dengan cara yang sangat cerdas namun tidak langsung mengatakan jangan menerima komuni, tetapi berkomuni-lah hanya dengan saya, karena hanya miliknya yang sah sementara di sini mereka tidak sah. Dia seharusnya tidak mengatakannya dengan cara ini. Dia harus ditanya: "Romo, kami diharuskan pergi ke gereja, tetapi mengapa Engkau tidak mengizinkan kami menerima komuni? Katakan kepada kami, ya atau tidak, apakah itu sah atau tidak? Apakah gereja itu memiliki Roh Kudus atau tidak? Jika ya, izinkan kami untuk menerima komuni. Jika tidak, beri tahu kami bahwa inilah alasan kami tidak diizinkan." Ini adalah kebenaran Allah. Apakah engkau mengerti? Mereka harus menyadari hal ini.
Dan saya, dengan Romo Panteleimon, yang berada di Amerika, di Boston, kami seperti saudara. Maksud saya, Romo Arsenios, penatua yang kita miliki saat ini, yang mengikuti Penatua Joseph, mengangkatnya ke jenjang Skema Agung, dan saya membacakan tahbisannya sebagai seorang Imam, di Skete tempat kami berada. Romo Panteleimon menerima tahbisannya sebagai diakon oleh Athenagoras dari Thyateira, yang pertama kali menjadi Uskup di Boston dan kemudian di Thyateira di Inggris, yang merupakan seorang ekumenis dan meninggal di London. Romo Panteleimon akan datang sebagai seorang Diakon dan kami akan merayakan liturgi bersama. Ia juga melakukannya dengan Kalender Baru bersama Uskup Boston kemudian di Thyateira, di Gereja Yakobus. Kemudian ia menjadi seorang Imam di Yerusalem, oleh Gereja Yerusalem, yang bersekutu dengan seluruh Gereja, dan bukan dengan para Kelompok Kalender Lama. Di sana ia menerima tahbisan dengan benar. Namun sekarang ia percaya bahwa tidak ada keselamatan (...), tetapi bagi kita jelas apa yang kita yakini.
Ketika saya bertanya kepadanya, "Apakah engkau bersama Kelompok Kalender Lama, Romo?" ia menjawab, "Tidak, saya tidak bersama Kalender Lama maupun Kalendar Baru." Bagaimanapun, ia memiliki jalurnya sendiri dan mengatakan tidak ada keselamatan, kecuali dari pihaknya sendiri, dan tidak menerima komuni atau pengakuan dosa orang-orang dengan Kalendar Baru. Tentu saja, ini terjadi di depan saya, dan tidak seorang pun dapat mengatakan saya salah; ketika saya pergi ke Boston dan pergi ke biaranya, itu terjadi di depan saya dan saya tahu. Tentu saja kami adalah saudara rohani dan kami memiliki kasih, tetapi kami sama sekali tidak sependapat dalam pandangan kami. Tetua saya mengatakan kepadanya, antara lain, karena ia percaya bahwa ia adalah orang suci dan memiliki relik sucinya serta melakukan mukjizat dengan relik Tetua; bagaimanapun Tetua beristirahat di Gereja, kami ditahbiskan oleh Uskup yang ada di Gereja, dan ketika kami ditahbiskan, kami memperingati Patriark Ekumenis - yang adalah Athenagoras - dan ia disucikan di Gereja, jadi bagaimana engkau dapat mengatakan bahwa Gereja yang menguduskan Tetua ini sesat? Mengerikan!
Ketika Misteri dikuduskan di dalam Roh Kudus, dan saya, seorang Penganut Kalender Lama, seorang fanatik, mengatakan bahwa misteri-misteri itu tidak dikuduskan melainkan hanya roti dan anggur, bukankah saya menghujat Roh Kudus? Ketika saya mengatakan bahwa misteri-misteri itu biasa saja dan tidak menguduskan, bukankah saya menentang Roh Kudus, yang menguduskannya? Ketika misteri-misteri itu adalah daging dan darah Kristus, dan saya berkata "tidak demikian", bukankah saya menentang Roh Kudus? Saya ingin mengatakan bahwa ini adalah masalah yang sangat pelik. St. Yohanes Krisostomos berkata bahwa lebih baik berada dalam kesalahan di dalam Gereja, daripada menjadi tepat dan orthodoks di luar Gereja. Apa maksudnya? Lebih baik berada di Gereja dengan kesalahan kalender, daripada berpura-pura menjadi Orthodoks, atau bahkan Super Orthodoks, dan ditemukan di luar Gereja, mendogmakan bahwa Misteri-misteri itu tidak sah dan umat tidak diselamatkan.
Bertahun-tahun yang lalu saya berada di Athena, dan untuk beberapa pekerjaan saya pergi ke kantor Uskup-uskup Kelompok Kalender Lama bersama seorang pria lain, dan Uskup Agung Auxentios ada di sana, bersama dua atau tiga Uskup lainnya. Begitu Uskup Agung Auxentios melihat saya, karena ia mengenal saya, ia berkata langsung: "Romo Ephraim, jangan berkhotbah bahwa para Uskup Kalender Baru dapat diselamatkan." Saya berkata: "Maafkan saya, Yang Mulia, saya tidak akan pernah berkhotbah sebagai penghujat (...)." Ia berkata: "Tidak (...)." "Saya tidak percaya bahwa Misteri Gereja tidak sah." Maka ia pergi dan Akakios muda mengambil alih, keponakan Akakios yang ditahbiskan di Amerika dan menjadi Uskup Agung, dan ia mulai mengatakan banyak hal, menuduh berbagai orang. Saya tidak berbicara. Ia berkata: "Romo Efraim, Saya akan membaptis ulang mereka - saya tidak tahu apakah ia juga mengatakan 'baptis ulang' - karena mereka adalah kekuatan dan energi Skismatik yang memecah belah."
Sebagai tambahan, saya akan menjelaskan apa yang ia maksud dengan "kekuatan dan energi". Dengan kekuatan ia maksudkan kekuatan Kanon atau situasi yang bersifat skismatik. Dengan energi ia maksudkan tindakan Kanon ini. Dengan kata lain, orang-orang yang keliru dengan Kanon ini kemudian akan menerapkannya. Pada dasarnya ia mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak memiliki Roh Kudus. Saya katakan kepadanya: "Yang Mulia, Anda salah." Ia marah, membanting tangannya ke bawah, dan berkata: "Bagaimana saya salah?" Saya menjawab: "Saya akan memberi tahu Anda di mana Anda salah: Anda harus terlebih dahulu tahu bahwa sebagai seorang Uskup, untuk membaptis ulang seseorang, harus memiliki alasan bahwa mereka harus telah menyangkal Kristus, seperti ketika mereka menjadi seorang Chiliast, seorang Evangelis Amerika, atau seorang Katolik lalu mereka kembali ke Gereja Orthodoks, maka mereka harus menerima Krisma Kudus dari Gereja, yang menunjukkan bahwa mereka kembali menerima Roh Kudus, yang telah mereka hilangkan dengan penyangkalan mereka dan mengikuti ajaran sesat mereka. Di kasus penggunaan Kalender ini kita tidak menemukan ajaran sesat atau penyangkalan Kristus sehingga Anda harus memberikan Krisma Kudus." Tidak ada. Ia kembali membanting tangannya: "Romo, saya tidak akan menerima komuni dari Piala Suci bersama Athenagoras." "Saya tidak berbicara tentang komuni dengan umat Katolik atau semacamnya, tetapi ketika Anda mengatakan kepada saya bahwa Anda akan membaptis kembali umat Kristen Orthodoks, Anda melakukan kesalahan besar." Ia berteriak, tetapi saya menanggapi dengan tenang, lalu Uskup Agung masuk. "Apa yang terjadi, Romo Efraim? Apakah Anda setuju dengan Uskup?" Ia bertanya kepada Uskup apakah kami bersepakat. "Pada waktunya," jawabnya. Ia tidak mengatakan apa pun lagi. Kami mengucapkan selamat tinggal dan saya pergi.
Saya ingin mengatakan bahwa gerakan ini awalnya cukup Orthodoks dan benar, tetapi kemudian perlahan-lahan berubah arah, mengarah ke area dan posisi berbahaya, yang saat ini merupakan luka serius di Gereja Orthodoks, karena mereka terpecah menjadi banyak fraksi. Dan sebelum saya meninggalkan Gunung Athos, sebuah pamflet datang kepada kami dari Amerika, yang mengatakan bahwa para Penganut Kalender Kuno Matius, yang telah mencapai Amerika, sekarang bahkan memiliki seorang Patriarkh Ekumenis! Ada fotonya yang bertuliskan "Patriarkh Ekumenis ini dan itu, Gereja Orthodoks Sejati".
Sumber: Ditranskripsi dari rekaman mps, yang dapat didengar di sini https://www.impantokratoros.gr/dat/storage/dat/D55A807E/geron_efraim_palaio_hmerologio_1.mp3
Diterjemahkan oleh John Sanidopoulos.

Komentar
Posting Komentar