BAGAIMANA ORANG KRISTEN ORTHODOX SEHARUSNYA MERAYAKAN ULANG TAHUN DAN HARI NAMANYA?
BAGAIMANA ORANG KRISTEN ORTHODOX
SEHARUSNYA MERAYAKAN ULANG TAHUN DAN HARI NAMANYA?
Fr. Andrei Chizhenko
Seorang imam sedang merayakan hari ulang tahunnya, yang bertepatan dengan hari namanya. Pada akhir Liturgi Ilahi hari itu, dia pergi ke solea, di mana para Romo dan umat paroki berkumpul untuk memberi selamat atas perayaan pribadinya. Batiushka, dengan wajah berseri-seri dengan kegembiraan, menyerukan Stichera Paskah: "Ini adalah hari yang telah Tuhan ciptakan, marilah kita bersukacita dan bergembira karenanya ..."
Sesungguhnya, ulang
tahun dan hari pemberian nama seseorang adalah Paskah kecil pribadinya,
kebangkitan pribadinya. Dan semua orang di sekitarnya, mereka yang dekat
dengannya, mereka yang mencintainya, bersuka cita bersamanya. Bagaimanapun,
seluruh alam semesta lahir; TUHAN menciptakan oleh kasih-Nya yang tak
terlukiskan seluruh mikrokosmos dalam gambar dan rupa-Nya sendiri.
Kadang-kadang orang bertanya, "Mengapa Pencipta menciptakan orang berdosa, jika Dia tahu bahwa siksaan neraka menunggu mereka semua?" Jawabannya, menurut saya, adalah bahwa siksaan neraka masih lebih baik daripada tidak pernah ada/ tercipta. Apa yang dapat dibandingkan dengan fakta bahwa jiwa manusia mengenal dirinya sendiri sebagai pribadi dan individu, dan menikmati keberadaannya?
Oleh karena itu, tentu
saja, ulang tahun-mu adalah hari yang istimewa, ketika dunia menjadi lebih
baik, lebih indah, lebih ramah, karena orang unik lain muncul di dalamnya - yaitu
KAMU.
Mengapa bunuh diri
adalah dosa paling serius? Karena kehidupan manusia adalah mujizat. Itu adalah mujizat
besar dari TUHAN! Dan untuk merasa jijik terhadap terhadap bunuh diri, atau
benci, atau keinginan untuk menghancurkannya atau kembali ke ketiadaan adalah
sama, misalnya, memiliki rasa jijik pada ngengat, pada matahari terbenam merah
yang indah atau fajar merah muda yang lembut. Itu artinya benci kapada TUHAN
Sendiri. Kepada Kasih.
Ulang tahun seseorang itu seperti ulang tahun supernova yang gemilang!
Di dalamnya diungkapkan
kasih TUHAN yang besar, bahwa Dia menciptakan dari ketiadaan seseorang yang
benar-benar unik, yang tidak ada tandingannya.
Dan, tentu saja,
perasaan utama yang harus kita miliki menjelang ulang tahun kita adalah rasa
syukur kepada TUHAN, Pencipta kita, kepada orang tua kita, dan kepada kehidupan.
Dan yang terbaik dari
semuanya, untuk mengungkapkan rasa syukur ini kepada TUHAN, kita dapat mengakui
dosa kita dan mengambil bagian dalam Misteri Kudus Kristus di Liturgi Ilahi.
Lakukan Moleben Ucapan Syukur. Dan puncaknya adalah ketika Imam, di hadapan
takhta TUHAN, mengangkat tangannya ke atas (ini selalu menjadi salah satu momen
paling terhormat dan pada saat yang sama menjadi saat yang paling menegangkan di
setiap Ibadah) dan dengan khusyuk menyatakan: “Kemuliaan bagiMu ya TUHAN Sang
Pemberi kebaikan sampai sepanjang segala abad. " Dan dalam seruan meriah
ini, penuh dengan kasih yang penuh hormat, adalah suara anak-anak dan lembut,
ditujukan kepada Bapa surgawi kita yang terkasih. Ini mirip dengan seruan di
Matins, "Kemuliaan bagi-Mu, Yang telah menyinari kami dengan terang."
Dan sungguh, TUHAN telah menunjukkan terang itu kepada kita.
Saudara dapat membaca
doa khusus yang dikenal sebagai "Doa di Hari Kelahiran". Doa tersebut
diakhiri dengan kata-kata yang indah dan perlu, di mana orang yang merayakan
hari ulang tahunnya memohon, “Ya Tuhan, Engkau telah memberkati tahun ini yang
dimulai sejak aku lahir hingga sepanjang hidupku. Amin." Jika kita memohon
kepada TUHAN dari hati yang murni agar menolong kita di sepanjang hidup kita,
maka, tentu saja, Tuhan akan mengirimkan kasih karunia-Nya kepada kita.
Saudara dapat memenuhi
hari nama Saudara [“тезоименитства”] dengan cara yang sama — yaitu hari
peringatan Orang Kudus yang kepadanya diberikan penghormatan sebagai nama
Saudara di dalam Misteri Pembaptisan.
Kata Slavia Gereja
“тезоименитство” (dari “тезица” —sama, identik) menunjukkan nama yang identik,
atau disebut dengan nama yang sama. Orang kudus ini adalah pelindung surgawimu,
dan dia menjadi perantara dan berdoa di hadapan takhta TUHAN untuk keselamatan
jiwamu. Dia juga membimbing dan menolongmu dalam kehidupan duniawimu. Inilah
sebabnya mengapa Gereja merekomendasikan setiap pagi setelah menyelesaikan
aturan doa pagi untuk berdoa juga kepada orang kudus saudara, meskipun secara
singkat: “Berdoalah kepada Tuhan untukku, ya Pengasih TUHAN …. (Nama Orang
Kudus kita), karena aku dengan sungguh-sungguh lari kepada-Mu, penolong dan
pengantara yang cepat bagi jiwaku. " Pada hari nama saudara, saya pikir,
ada gunanya juga membaca Akathist untuk orang kudus dan pelindung surgawi saudara.
Hari Nama saudara sering disebut sebagai hari malaikat saudara. Dalam tahun
liturgi Gereja ada dua hari ketika semua orang Kristen Orthodoks merayakan hari
nama mereka dan hari malaikat — Minggu Semua Orang Kudus, dirayakan pada hari
Minggu setelah Pentakosta, dan tanggal 8 November (kalender Gereja) /21
November (kalender saat ini), hari Synaxis Malaikat Agung Michael dan Kuasa-Kuasa
Surgawi tanpa tubuh jasmani lainnya. Juga ada satu hal positif lagi tentang
hari nama — kita mengingat hari kelahiran rohani kita — hari itu, ketika
Misteri Pembaptisan dirayakan atas kita. Sungguh, doa pemberian nama (dalam
Buku Doa untuk berbagai keperluan, “Doa saat ditandainya seorang anak Saat
Menerima Nama di Hari Kedelapan Setelah Kelahirannya”) dibacakan di hadapannya.
Pada akhirnya kita harus
memahami bahwa Tuhan membawa kita ke dalam tangan-Nya setiap hari dalam hidup
kita. Dia menjaga lingkungan kita, makanan kita sehari-hari, keselamatan dan
perlindungan kita dari roh jahat dan banyak hal lain yang belum kita mengerti.
Dan berbahagialah orang
yang hidupnya menjadi suatu kidung, mazmur pujian untuk TUHAN — Bapa kita yang
penuh kasih. Orang seperti itu, pada kenyataannya, memohon kepada Tuhan hanya
untuk satu hal: bahwa janganlah dia karena pelanggarannya sendiri melepaskan
atau jatuh dari tangan-Nya yang penuh kehangatan, tetapi agar tinggal di
dalamnya, menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada kehendak TUHAN, Tuhan akan
membawa kita ke dalam berkat yang lebih besar di kota surgawi Yerusalem Baru,
di mana tidak akan ada rasa sakit, atau air mata, atau keputusasaan, tetapi
sungai air kehidupan yang murni, jernih seperti kristal, mengalir keluar dari
takhta Allah dan Anak Domba (Wahyu 22: 1).
Saat kita diciptakan
dari ketiadaan untuk kehidupan kekal, kita menuliskan di dalam hati kita,
dengan pertolongan TUHAN, kata-kata yang luar biasa dan indah ini: Ini
adalah hari yang telah Tuhan ciptakan, marilah kita bersukacita dan bergembira
karenanya.
Dan semoga sukacita
Paskah yang sejati ini menyala di hati setiap orang yang merayakan!
Fr. Andrei Chizhenko
Translated by Jesse Dominick
11/2/2016
Komentar
Posting Komentar