Akta Kanonik Penyatuan/Persekutuan Gereja Rusia
Akta Kanonik Penyatuan/Persekutuan Gereja Rusia
Kami, Alexy II yang rendah ini, atas belas kasih Allah, sebagai Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia, bersama dengan Anggota para pemimpin Sinode Suci Gereja Orthodoks Rusia dari Patriarkhat Moscow, telah berkumpul pada pertemuan Sinode Suci (tanggal) di kota Moscow yang dilindungi Allah; dan Laurus yang rendah ini, sebagai Metropolitan Amerika Timur dan New York, Hierarki Pertama Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia, bersama dengan para Uskup pemimpin Sinode Uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia, telah berkumpul (di waktu dan tempat);
Dibimbing oleh upaya untuk membangun kembali kedamaian yang
diberkati, kasih yang ditetapkan secara Ilahi, dan persatuan persaudaraan dalam
pekerjaan bersama di ladang Allah dalam Kepenuhan Gereja Orthodoks Rusia dan
umat beriman di Tanah Air dan di luar negeri, dengan mempertimbangkan kehidupan
gerejawi diaspora Rusia di luar batas wilayah kanonik Patriarkhat Moscow,
sebagaimana ditentukan oleh sejarah;
Dengan mempertimbangkan bahwa Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia
melaksanakan tugasnya di wilayah banyak negara;
Dengan Akta ini menyatakan:
1.
Bahwa Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia, yang melaksanakan
tugas penyelamatannya di keuskupan, paroki, biara, persaudaraan, dan badan
gerejawi lainnya yang terbentuk sepanjang sejarah, tetap menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dan berpemerintahan sendiri dan menjadi bagian dari Gereja
Orthodoks Rusia Lokal.
2.
Bahwa Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia bersifat independen
dalam hal pastoral, pendidikan, administratif, manajemen, properti, dan sipil,
dan pada saat yang sama berada dalam kesatuan kanonik dengan Kepenuhan Gereja
Orthodoks Rusia.
3.
Otoritas gerejawi, legislatif, administratif, yudikatif, dan
pengendali tertinggi di Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia adalah Dewan
Uskupnya, yang diselenggarakan oleh Pemimpin/ Primata (Hierarki Pertama),
sesuai dengan Peraturan [Polozheniye] Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia.
4.
Hierarki Pertama Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia dipilih oleh
Dewan Uskupnya. Pemilihan ini diteguhkan, sesuai dengan norma Hukum Kanon, oleh
Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia dan Sinode Suci Gereja Orthodoks Rusia.
5.
Nama Pemimpin/Primata Gereja Orthodoks Rusia dan nama Hierarki
Pertama Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia diperingati selama ibadah di semua
gereja Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia di hadapan nama uskup yang menjabat
dalam urutan yang ditentukan.
6.
Keputusan tentang pendirian atau pembubaran keuskupan Gereja Orthodoks
Rusia di Luar Rusia dibuat oleh Dewan Uskupnya dengan persetujuan Patriarkh Moscow
dan Seluruh Rusia serta Sinode Suci Gereja Orthodoks Rusia.
7.
Para uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia dipilih oleh Dewan
Uskupnya atau, dalam kasus-kasus yang ditetapkan oleh Peraturan Gereja Orthodoks
Rusia di Luar Rusia, oleh Sinode Uskup. Pemilihan tersebut dikukuhkan sesuai
dengan norma-norma kanonik oleh Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia serta Sinode
Suci Gereja Orthodoks Rusia.
8.
Para uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia adalah anggota Konsili
Lokal [Pomestny Sobor] dan Dewan Uskup [Arkhiereiskij Sobor] Gereja Orthodoks
Rusia dan juga berpartisipasi dalam pertemuan Sinode Suci sesuai dengan tata
tertib yang ditetapkan. Perwakilan dari para klerus dan kaum awam Gereja Orthodoks
Rusia di Luar Rusia berpartisipasi dalam Konsili Lokal Gereja Orthodoks Rusia
sesuai dengan tata tertib yang ditetapkan.
9.
Instansi tertinggi otoritas gerejawi Gereja Orthodoks Rusia di
Luar Rusia adalah Konsili Lokal dan Dewan Uskup Gereja Orthodoks Rusia.
10. Keputusan Sinode Suci Gereja
Orthodoks Rusia berlaku untuk Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia dengan
mempertimbangkan kekhususan yang dijelaskan dalam Akta ini, Peraturan Gereja
Ortodoks Rusia di Luar Rusia, dan undang-undang negara tempat Gereja Orthodoks
Rusia menjalankan pelayanannya.
11. Banding atas keputusan
pengadilan gerejawi tertinggi Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia ditujukan
kepada Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia.
12. Perubahan Peraturan Gereja
Orthodoks Rusia di Luar Rusia oleh otoritas legislatif tertingginya tunduk pada
peneguhan Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia dan Sinode Suci Gereja Orthodoks
Rusia jika perubahan tersebut memiliki karakter kanonik.
13. Gereja Orthodoks Rusia di
Luar Rusia menerima minyak sucinya dari Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia.
Dengan Akta ini, persekutuan kanonik dalam Gereja Orthodoks Rusia
Lokal dinyatakan telah dipulihkan.
Akta yang dikeluarkan sebelumnya yang menghalangi kepenuhan
persekutuan kanonik dengan ini dianggap tidak sah atau tidak berlaku lagi.
Pemulihan persekutuan kanonik akan berguna, jika Allah
berkehendak, untuk memperkuat kesatuan Gereja Kristus, kesaksiannya di dunia
kontemporer, dan memajukan pemenuhan kehendak Tuhan untuk “mengumpulkan
anak-anak Allah yang tersebar di perantauan” (Yohanes 11:52).
Marilah kita mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Pengasih, yang
melalui tangan-Nya yang mahakuasa mengarahkan kita ke jalan penyembuhan
luka-luka perpecahan dan menuntun kita menuju kesatuan Gereja Rusia yang
diinginkan di tanah air dan di perantauan, demi kemuliaan Nama-Nya yang Kudus
dan demi kebaikan Gereja-Nya yang Kudus dan kawanannya yang setia. Melalui
doa-doa para Martir Baru dan Pengaku Iman Rusia yang Kudus, kiranya Tuhan
memberikan berkat-Nya kepada Gereja Rusia yang satu dan kawanannya baik di
tanah air maupun di perantauan.
Addendum Akta Kanonik Penyatuan/Persekutuan Gereja Rusia
Akta Kanonik Penyatuan/ Persekutuan Gereja Rusia mulai berlaku
setelah diteguhkan oleh Sinode Suci Gereja Orthodoks Rusia, berdasarkan
keputusan Dewan Suci Uskup Gereja Orthodoks Rusia “Tentang Hubungan dengan
Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia” (Moscow, 3-8 Oktober 2004); dan
berdasarkan keputusan Sinode Uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia,
berdasarkan resolusi “Mengenai Akta Kanonik Penyatuan/ Persekutuan Gereja Rusia”
Dewan Uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia (San Francisco, 15-19 Mei
2006).
1.
Sesuai dengan Akta Kanonik Penyatuan/ Persekutuan Gereja Rusia,
beberapa addendum dan amandemen harus dibuat pada Bab 8 Peraturan [ Ustav ]
Gereja Orthodoks Rusia (“Gereja-Gereja yang Berpemerintahan Sendiri”) dan
Peraturan [ Polozhenie ] Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia.
2.
Bertindak dalam semangat oikonomia gerejawi, Sinode Suci Gereja
Orthodoks Rusia dan Sinode Para Uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia
membayangkan masa transisi lima tahun untuk pengaturan penuh status
paroki-paroki bekas Gereja Rusia di Luar Negeri di wilayah kanonik Patriarkhat
Moscow, melalui masuknya mereka ke dalam yurisdiksi para uskup setempat.
Sebelum masa ini berakhir, paroki-paroki yang tidak berada di wilayah
Gereja-gereja yang Berpemerintahan Sendiri memiliki kesempatan untuk berada di
bawah perlindungan Vikaris Patriarkh Moscow dan Seluruh Rusia, yang, dengan berkat
Patriarkh, dapat berpartisipasi dalam pekerjaan Dewan Uskup dan Sinode Para
Uskup Gereja Orthodoks Rusia di Luar Rusia atas undangan Hierarki Pertama Gereja
Orthodoks Rusia di Luar Rusia.
3.
Di negara-negara diaspora di mana terdapat struktur gereja
paralel, termasuk Tanah Suci, kedua belah pihak akan, dengan kebijaksanaan
pastoral yang tepat, melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah-masalah
yang menghambat keberhasilan kerja sama dan kesaksian bersama.
https://web.archive.org/web/20070614175937/http://www.russianorthodoxchurch.ws/synod/engdocuments/enmat_akt.html

Komentar
Posting Komentar