Liturgi Ilahi
Liturgi Ilahi
Apa Tujuan Liturgi Ilahi?
Transformasi anggur, air dan roti menjadi Tubuh dan Darah Ilahi Kristus;
untuk pengudusan umat beriman, yang menerima pengampunan dosa dan warisan
kerajaan surga. (St.Cabasilas)
Liturgi Ilahi adalah bersatunya Kerajaan surga dengan kehidupan duniawi.
Gereja surga, Gereja pemenang, dan gereja di bumi ini, Gereja Militan,
bergabung dalam perayaan besar ini untuk memuliakan Allah dan menyatu
denganNya.
Kita datang ke ibadah ini untuk diubahkan melalui mengambil bagian dalam
Perjamuan Kudus. Ini sama dengan mengatakan kita mengambil bagian dalam
kemanusiaan dan Keilahian Yesus Kristus. Perjamuan Kudus dan Liturgi Ilahi
tidak dapat dipisahkan. Karena ini merupakan yang terbesar dari semua misteri
Ilahi. Semua harus datang dan siap untuk mengambil bagian dalam Benda-Benda
Anugerah Suci.
Menyatunya Surga dan Bumi.
Liturgi Ilahi adalah Ibadah yang luhur dari keindahan dan keagungannya
yang membangkitkan kekaguman pada Sang Pencipta dan Tuhan kita. Kita harus
memasuki bagian tengah Gereja dengan penuh hormat dan kerendahan hati, karena
kita sedang mendekati Surga di bumi, tempat di mana Surga dan bumi benar-benar
menyatu selama Liturgi.
Sebelum Kekristenan Orthodoks menyebar ke tempat yang sekarang disebut
Rusia, Pangeran Vladimir dari Kiev (sekarang Ukraina) mengirim utusan ke
Konstantinopel (Kemudian ibu kota Kekaisaran Romawi dan pusat Kekristenan)
untuk mencari agama baru bagi rakyatnya. Ketika mereka ikut serta dan mengalami
Liturgi Ilahi di Katedral Hagia Sophia, inilah yang mereka laporkan.
Kami tidak tahu apakah kami berada di surga atau di
bumi. Karena di bumi tidak ada kemegahan atau keindahan seperti itu, dan kami
bingung bagaimana menggambarkannya. Kami hanya tahu bahwa Allah berdiam di sana
di antara manusia dan ibadah mereka lebih daripada upacara bangsa lain. Karena
kita tidak bisa melupakan keindahannya.
Laporan dari utusan Vladimir tahun 987
St. Yohanes Krisostomos (Patriark Konstantinopel bertahun-tahun
sebelumnya) berkata:
Setiap kali dilakukan liturgi korban yang mengagumkan ini, yang merupakan
gambaran yang jelas dari realitas surgawi, kita harus membayangkan bahwa kita
berada di surga.
St. Yohanes Krisostomos, Homili 15, bab 20
Apa Arti Kata Liturgi?
Kata Liturgi berasal dari kata Yunani kuno leitos
(orang) dan erogon (pekerjaan), Secara harfiah berarti pekerjaan umat. Kata ini awalnya digunakan untuk merujuk pada layanan
yang diberikan kepada negara oleh warga negara untuk perbaikan barang publik.
Kita dapat menganggap Liturgi ilahi sebagai pekerjaan umum untuk kepentingan
umat sehingga umat Allah dipelihara oleh-Nya. Saat kita berpartisipasi dalam
ibadah ini, kita melayani Allah melalui karya kita dalam Liturgi Ilahi.
Apa yang bukan dari Liturgi.
• Liturgi bukanlah produksi, tontonan, atau pertunjukan teater.
• Liturgi bukanlah upacara peringatan untuk pendiri yang meninggal.
Lalu Apa itu Liturgi itu.
• Liturgi adalah tentang datang bersama untuk bergabung dengan Allah,
menyembah dan berterima kasih kepadaNya atas semua yang Allah berikan kepada
kita dan kemudian Allah menawarkan kita kembali pada Perjamuan Kudus, Darah dan
Tubuh Tuhan Yesus Kristus yang sebenarnya. Ini adalah berkumpulnya tubuh
Kristus, komunitas orang percaya, seluruh kawan sekerja dalam kerajaan Allah
untuk memuji dan memuliakan Allah.
• Liturgi adalah partisipasi penuh dalam persekutuan dengan Tuhan dan
Juruselamat kita Yesus Kristus sebagai Allah yang Hidup.
• Liturgi adalah pendahuluan dari Kerajaan Allah di mana kita bergabung
dengan para Malaikat dan semua orang kudus dalam pujian dan penyembahan.
Siapa Para Peserta Liturgi?
Klerus: Uskup, Imam/ Presbiter dan Diakon
Entah seorang Uskup yang ditunjuk atau seorang imam, dapat memprakarsai
dan memimpin Liturgi ini. Mungkin ada seorang diaken untuk membantu imam atau
Uskup yang bertugas. Ada juga orang yang ditunjuk untuk melayani altar sebagai
pelayan altar.
Awam: Semua orang yang telah dibaptis dan dibaptis, yang percaya kepada Tuhan
Yesus Kristus dan Gereja yang Dia dirikan.
Liturgi tidak dapat dirayakan tanpa kaum awam. Umat beriman adalah bagian
terpenting dari Ibadah Liturgi. Mereka semua adalah rekan sekerja dalam
Kristus. Tuhan memberi tahu kita bahwa ketika dua orang atau lebih berkumpul,
Dia ada di tengah-tengah kita. Orang-orang terlibat dalam nyanyian dan
kidungan. Penting bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam bernyanyi dan
tidak hanya datang untuk mendengarkan paduan suara dan pelantun secara pasif.
Liturgi adalah karya umat bersama.
Kapan Itu Liturgi itu muncul?
Dalam bentuknya yang paling mendasar, itu ditetapkan pada Perjamuan
Terakhir antara para rasul dan Yesus Kristus.
"Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, dan
memberkatinya, dan memecahkannya, dan memberikannya kepada para murid, dan
berkata, Ambillah, makanlah inilah tubuhKu. Dan Dia mengambil cawan itu, dan
mengucap syukur, dan memberikannya kepada mereka dan berkata, Minumlah darinya
kamu semua; karena ini adalah darahKu dari Perjanjian Baru, yang ditumpahkan
bagi banyak orang untuk pengampunan dosa."
Garis besar Liturgi saat ini dapat ditemukan dalam dokumen abad kedua.
Bentuk Liturgi saat ini dapat ditelusuri kembali ke abad keempat.
Urutan Liturgi Ilahi
A.
Persiapan
1.
Proskomidi
Proskomidi adalah Ibadah di mana anggur dan roti
disiapkan untuk dibawa ke altar nantinya saat Arak-aralkanAgung.
2.
Pemakaian Jubah.
Sebelum dimulainya Liturgi Ilahi, para klerus akan
dengan penuh doa mengenakan jubah yang hanya digunakan selama ibadah.
B. Liturgi Katekumen/ Liturgi Sabda
1.
Terberkatilah Kerajaan
Sang Bapa, Sang Putra serta Sang Roh Kudus
Imam memulai Liturgi dengan mengatakan,
"Terberkatilah Kerajaan Surga", mengangkat kitab Injil dan membuat
tanda salib.
2.
Doa Litani Perdamaian.
Litani Damai adalah rangkaian doa yang dipimpin oleh
Diakon atau Imam yang dimulai dengan, "Dalam Damai Sejahtera marilah kita
berdoa kepada Tuhan...".
3.
Kidung Antifon.
Saat Litani selesai, dua Kidung dinyanyikan, satu untuk
Sang Theotokos dan satu lagi untuk Sang Kristus.
4.
Arak-arakan Kecil
Arak-arakan Kecil adalah saat dimana kitab Injil dibawa
dalam prosesi dan diletakkan di Altar.
5.
Kidung Trisagion
Tiga Kali Kidung Suci dinyanyikan: "Allah Maha
Kudus, Sang Kuasa Maha Kudus, Sang Baka Maha Kudus."
6.
Pembacaan Epistel, Injil
dan Khotbah
Ada bacaan dari surat-surat para Rasul dan dari Injil
yang berisi Kabar Baik tentang kehidupan Yesus. Ini adalah pelajaran untuk
mengajar dan menginspirasi dengan berita tentang kasih Allah bagi kita.
C. Liturgi Umat Beriman
1.
Kidung Kerubim.
Bagian pertama dari Kidung Kerubim dinyanyikan
sementara Imam mendupai umat beriman.
2.
Arak-arakan Agung.
Prosesi khusyuk di mana roti dan anggur yang disiapkan
secara khusus (lihat Proskomidi) dibawa ruang utama gereja kemudian dibawa dan
diletakkan di atas altar. Kidung Kerubim kemudian diselesaikan.
3.
Litani Permohonan.
Diakon atau Imam memimpin semua dalam doa saat kita
mengkonsekrasi/ menguduskan Benda-Benda Anugerah. Mereka mulai dengan,
"Mari kita lengkapi doa kita kepada Tuhan ..."
4.
Pembacaan Syahadat/
Pengakuan Iman
Pengakuan Iman adalah pernyataan iman yang kita akui
bersama sebelum mengkonsekrasi Benda-Benda Anugerah.
5.
Anaphora, Konsekrasi dan
Epiklesis.
Ini adalah bagian paling suci dari Liturgi di mana doa
dipersembahkan agar Roh Kudus mengubah anggur dan roti menjadi Tubuh dan Darah
Tuhan kita Yesus Kristus yang sebenarnya.
6.
Doa Bapa Kami.
Kita melafalkan doa yang Yesus ajarkan kepada kita
ketika para murid bertanya kepadanya bagaimana mereka harus berdoa."
7.
Menerima Perjamuan Kudus.
Ini adalah waktu untuk membaca doa Komuni dan
mempersiapkan diri untuk menerima Komuni sementara Kidung komuni dinyanyikan.
Imam sedang mempersiapkan Benda-Benda Anugerah untuk dibagikan. Para Klerus
menerima Benda-Benda Anugerah Kudus lehih dahulu dan kemudian Komuni
dipersembahkan kepada umat beriman dari Cawan Suci dengan sendok.
8.
Litani Pengucapan Syukur
Doa dan Kidung ucapan syukur dipersembahkan.
9. Pembubaran
Doa dipanjatkan meminta kita untuk pergi dengan damai.
Penjelasan Liturgi Ilahi ini diterjemahkan dari :
https://www.orthodoxprayer.org/Divine_Liturgy/Divine%20Liturgy-Order%20of%20Service.html

Komentar
Posting Komentar